Senin, 25 April 2022

Menceritakan pengalaman berkaitan dengan (seni dan desain)

Seni desain adalah suatu seni untuk membuat atau menciptakan obyek baru. Desain atau design dapat diartikan sebagai karya seni terapan, seni industri, seni guna, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya.

Seni desain merupakan aktivitas  yang menggunakan unsur obyektif dalam mengaplikasikan gagasan visualnya. Unsur obyektif karya seni desain diantaranya adalah rekayasa, estetik, pasar, bahan, produksi dan lain sebagainya.

Hal yang membuat saya tertarik dengan seni dan desain dimulai sejak sekolah dasar, pada saat itu pelajaran menggambar, guru saya memberikan tugas menggambar ikan lumba-lumba. Saya mencontoh gambar hewan lumba lumba yang sudah ada di buku pelajaran. Pada saat mengerjakan gambar tersebut saya merasa enjoy dan puas dengan hasilnya, nilai yang saya dapatkan pun sangat baik, bahkan guru saya tidak percaya kalau itu gambar yang saya buat sendiri. Mulai dari situ saya menyukai menggambar, tetapi tidak saya tekuni lebih dalam. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk kuliah, awalnya saya bingung ingin mengambil jurusan apa, sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Saya banyak mencari tau apa saja yang akan dipelajari di jurusan ini, dan ternyata sesuai dengan apa yang saya sukai, didalamnya terdapat gambar menggambar. Akhirnya saya menekuni kembali kegemaran saya dalam menggambar. Walaupun begitu saya masih perlu banyak belajar untuk dapat menghasilkan gambar atau karya yang baik, yang dapat dinikmati. 

Belakangan saya banyak menemui pameran pameran karya seni dan desain di kota Yogyakarta, hal itu membuat saya semakin tertarik untuk mempelajari seni dan desain agar jika saya mendatangi suatu pameran seni saya tidak hanya datang dan berfoto tetapi saya juga dapat mengerti dan menikmati apa arti dari karya tersebut. 

Sabtu, 09 April 2022

Analisis Objek Kajian Semiotika “Lukisan Arjuna Menyusui Karya Hendra Gunawan”

Pendahuluan

Hendra Gunawan adalah seorang pelukis dan pematung yang terlahir dari pasangan bernama Raden Prawiranegara dan ibunya bernama Raden Odah Tejaningsih. Sejak masih duduk di sekolah dasar ia telah tekun belajar sendiri mengambar segala macam yang ada di sekitarnya seperti buah-buahan, bunga, wayang (golek dan kulit) serta bintang film. Bahkan ketika duduk di kelas 7 HIS, ia sanggup melukis pemandangan alam. Ia mulai serius belajar melukis setamat SMP Pasundan. 

Isi

Bentuk Formal : Lukisan (Visual)

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara memandang objek kajian sebagai suatu system yang terdiri dari unsur-unsur yang saling terkait menurut Suharsini (1998, hal.88) dalam krisnawan (2015, hal.41). kemudian menganalisis data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi literatur.

Karya lukis Romantisme Hendra Gunawan yang menampilkan sosok Arjuna ini berjudul “Arjuna Menyusui” pada tahun 1979. Dalam menganalisis karya tersebut, akan dibagi menjadi tiga sub bab analisis yang meliputi analisis karya dengan mengacu pada teori Semiotika Pierce, dimana merujuk pada relasi triadic dalam semiotic, yaitu antara representament, object dan interpretant yang terdiri dari ikon, indeks dan symbol yang ditampilkan seniman pada tiap karyanya.

 

Analisis semiotika pierce dalam judul “Arjuna Menyusui” karya Hendra Gunawan tahun 1979.

 


 

A.    Ikon :

Pada karya diatas seniman menampilkan ikon melalui berbagai elemen seperti bentuk, warna, ukuran dan keseimbangan. Terlihat bahwa seniman menampilkan gambar pemeran utama pada gambaran karyanya yakni Arjuna yang sedang menyusui dan dikelilingi oleh tokoh lainnya. Kemudian digambarkan secara detail perpaduan warna yang memiliki perbedaan tone antara karakter satu dengan lainnya sehingga cenderung menampilkan gradasi warna yang terlihat harmonis pada tiap objek yang menghadirkan kesan suasana ceria namun tetap dalam balutan kesederhanaan, lantaran dunia wayang orang yang dihayati Hendra adalah dunia kesenian rakyat.

Selain itu perbedaan ukuran sangat jelas digambarkan seniman dalam karya ini, dimana gambar Arjuna dibuat dengan lengkap dari aksesoris dikepala, tangan yang menggendong seorang bayi, hingga bagian kaki yang  terlihat, bagian terpenting disimak dalam lukisan ini adalah unsure human interest yang ditampilkan. Dalam wayang orang, tokoh arjuna (salah satu kesatria pandawa) selalu dimainkan oleh perempuan. selain itu penempatan objek pada bagian tengah gambar dengan perpaduan warna yang seimbang menampilkan kesinambungan antar objek pada karya tersebut.

B.    Indeks :

Pada objek diatas, hubungan antara objek yang dihadirkan dalam karya ini akan membentuk sebuah indeks yang dimana hubungan antara objek arjuna yang dikenal sebagai lelaki manis rupa, dengan suara yang lembut dengan bayi yang sedang disusuinya. Dalam arjuna menyusui terungkap bahwa sang Arjuna adalah seorang perempuan, seorang ibu pula, yang telah memiliki anak.

C.            Symbol :

Symbol yang terdapat pada karya tersebut, serta judul yang diberikan pada karya, seniman ingin membahas mengenai sebuah peristiwa mengharukan dibalik layar pertunjukan, dimana seorang ibu sebelum melakukan pementasan wayang terlebih dahulu menyusui anaknya dibalik layar pementasan. 

Penanda :

Dalam karya yang berjudul Arjuna Menyusui tahun 1979, seniman menggunakan objek visual seorang ibu dengan bayi yang sedang disusui dipangkuannya, digunakan sebagai symbol yang mewakili pengorbanan.

Petanda :

Dalam karya yang berjudul Arjuna Menyusui tahun 1979, mengartikan bahwa derajat seorang perempuan yang tinggi karena pengorbanan yang dilakukannya. Digambarkan dalam karya ini diantara sela sela kesibukan persiapan pementasan wayang seorang ibu meluangkan waktunya untuk menyusui anaknya. 

Kesimpulan

Dalam analisis objek kajian semiotika diatas tentang karya lukis Romantisme Hendra Gunawan dapat disimpulkan bahwa sebuah penelitian kajian semiotika ini sangat dibutuhkan sebagai media untuk mengkaji karya seniman yang memiliki kecenderungan menghadirkan symbol-simbol dalam karyanya agar seni sebagai media komunikasi dapat berjalan dengan baik dan lancar antara seniman dengan penikmat karyanya. Kemudian kesimpulan yang dapat diambil dari karya yang berjudul Arjuna Menyusui tahun 1979 ini yaitu bagaimana kita dapat melihat pengorbanan seorang perempuan yang begitu besar. Pada karyanya Perempuan dan keluarga seringkali diangkat dalam karyanya Hendra, hal itu menunjukkan penghargaan tinggi terhadap mereka.

Sabtu, 02 April 2022

KAJIAN SENI RUPA DAN DESAIN (Review Jurnal Penelitian Estetika Seni Rupa dan Desain)

Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, fungsinya, bentuknya, makna dari bentuknya, dan sebagainya).

Karya Seni adalah ekspresi seniman dalam menanggapi realitas dengan penggarapan ekspresi bermuatan nilainilai keindahan.

Review adalah ringkasan yang berdasarkan pada analisis dan fakta. Saya akan mengulas 3 jurnal berdasarkan beberapa teori di bawah ini: 

Jurnal Pertama

 

Judul                          :  Sengkalan Mewet Dwinaga Rasa Tunggal Dalam Kaman Semiotik

Oleh                            :  Aryo Sunaryo

Objek                          :  Sengkalan Memet Dwi Naga Rasa Tunggal, yang berupa karya rupa berbentuk dua ekor naga yang saling berlilitan ekornya. Karya seni rupa yang menghiasi sebuah gerbang menuju pusat Keraton Yogyakarta pada tahun 1756 M (1682 J).

Pendekatan               

Menggunakan Pendekatan Sejarah yang menekankan pada wilayah diakronis, berurutan sesuai waktu.

Teori                          

    Pada jurnal ini dikaji dalam Teori Semiotika. Sengkalan Memet Dwi Naga Rasa Tunggal merupakan salah satu bentuk sistem simbolik pada masyarakat Jawa yang biasanya digunakan untuk menghiasi dan menandai (penanda atau signifier) titimangsa bangunan-bangunan penting yang didirikan, seperti candi, masjid, atau keraton.

Makna simbolisnya terkait dengan gagasan akan kesatuan kegotong-royongan, serta kewibawaan, kesaktian, dan kesucian seorang raja atau pemimpin, dan sebagai tolak bala serta keyakinan akan keselamatan, ketenteraman, dan harapan pencapaian kemakmuran sebuah kerajaan yang dibangun (petanda atau signified).

Metode dan Analisis :

    Penulisan karya ilmiah ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan menggunakan Metode Penelitian Historis. Penelitian Historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan disusun secara sistematis.

 

Kesimpulan               

    Karya ilmiah ini menjelaskan tentang sejarah dan makna dari karya seni Sengkalan Memet Dwi Rasa Tunggal yang dikaji dalam Teori Semiotik. Dijelaskan bahwa Sengkalan Memet merupakan karya seni rupa simbolik yang digunakan masyarakat Jawa untuk menandai (penanda atau signifier) bangunan-bangunan penting seperti candi, masjid atau keraton. Sengkalan Memet juga memiliki makna simbolis yaitu kegotong-royongan, kewibawaan, kesaktian, kesucian seorang raja atau pemimpin. Juga diartikan sebagai tolak bala. Diyakini masyarakat sebagai pembawa keselamatan, perdamaian, dan kemakmuran. (penanda atau signified)

Hal yang Dapat Saya Pelajari

    Hal yang dapat saya pelajari dari penulisan jurnal tersebut adalah sejarah dan makna simbolis dari Sengkalan Memet Dwi Naga Rasa Tunggal yang digunakan untuk menandai berdirinya keraton Yogyakarta. Selain mengandung nilai keindahan sebagai hiasan gerbang dalam kompleks keraton, juga memiliki makna simbolisnya. Nilai keindahan terpancar dari cara penggambarannya, warnanya dan kesatuan susunannya; sementara makna simbolisnya terkait dengan gagasan persatuan kegotongroyongan, kewibawaan, kesaktian, dan kesucian seorang pemimpin atau raja, sebagai tolak bala dan keyakinan akan keselamatan, ketenteraman, serta harapan pencapaian kemakmuran sebuah kerajaan.

Sumber

https://www.academia.edu/download/31604105/Aryo_Sunaryo(Sengkalan_Memet_Dwinaga_Rasa_Tunggal_dalam_Kajian_Semiotik).pdf 



 

Jurnal Kedua

 

Judul           :  Seni, Ilmu Pengetahuan dan Seniman Muda Kajian karya Seni Lukis Radhinal Indra 2018

Oleh            :  Citra Smara Dewi (Department of History, Faculty of Humanities, Universitas Indonesia, Depok)

Objek         :  Objek tulisan ini adalah Mooi  Martian  (Mars  jelita), sebuah karya seni yang dilukis oleh Radhinal Indra.

Pendekatan   

    Mengingat bidang kajian yang diteliti terkait erat dengan fenomena sosial maka penelitian ini  penelitian  kualitatif, dengan  melihat  konteks  permasalahan  secara  utuh  dengan  memfokuskan penelitian  kepada  suatu  proses bukan  menekankan  pada  hasil.

Teori              

    Pendekatan  teori  yang digunakan   adalah   Estetika,   Sains   dan   Teknologi. Estetika   adalah   ilmu   pengetahuan   yang merefleksikan tentang keindahan alam, seni dan problem kritisisme seni. Merujuk kata ‘estetik’ diartikan sebagai indah, dan ‘estetika’ dimengerti sebagai ilmu yang membahas keindahan dan seni (Dickie (1997).

Metode dan Analisis

    Tulisan ini menggunakan pendekatan Kualitatif  dan Metode Sejarah  yang  terdiri  atas  tahapan Heuristik, yaitu  suatu  tahapan  yang  berkaitan dengan  pencarian  data  dan  penemuan  menemukan  data-data  mentah.  Tahap berikutnya verifikasi, yaitu melakukan seleksi terhadap karya seni lukis Radhinal Indra, berdasarkan tema karya, peristiwa, tokoh dan peran. Kemudian interpretasi atau eksplanasi, proses menafsirkan atau  pemberian  makna  serta  merangkaikan  unsur-unsur  yang  telah  diperoleh  dari  tahap-tahap sebelumnya, dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti (fact of meaning).  Kemudian historiografi, penulisan  sejarah  yang  bertolak  dari  fakta-fakta  yang  telah  teruji  dan tersusun  sebelumnya. 

 

Kesimpulan

    Tulisan  ini mengkaji  karya  seni  lukis  dari  perupa  di  era  milenial  yaitu  Radhinal  Indra  yang terinspirasi dari kemajuan teknologi yaitu fenomena kehidupan di Planet Mars. Melalui karya seni lukis yang disebut Mooi  Martian  (Mars  jelita),  Radhinal  mencoba  menghubungkan  eksplorasi  manusia  menuju  planet Mars, sebagai  bagian dari misi NASA.

 

Hal yang Dapat Saya Pelajari

    Perkembangan  seni  rupa  tak  dapat  dipisahkan  dari  dinamika  dan  Perkembangan  Ilmu Pengetahuan    dan    Teknologi,    sehingga    karya-karya    seni    lukis    yang    diciptakan merepresentasikan  perkembangan  tersebut. Melalui ide gagsan dan nilai-nilai krativitas seniman  Seniman Muda, dihasilkan karya seni yang inovatif, kreatif dan ekspresif, sehingga dapat dikatakan seniman muda sebagai agen perubahan  dalam  perkembangan  seni  rupa  Indonesia.Sinergi  antara  Teknologi  dan  seni merupakan penanda pada jamannya.

 

Sumber : https://eproceeding.isi-dps.ac.id/index.php/sandyakala/article/view/54/48 

 

 

 

Jurnal Ketiga

 

Judul      :  MASYARAKAT DAN SENI LUKIS (SUATU KAJIAN SOSIOLOGI SENI MAKNA ESTETIS SENI LUKIS DALAM INTERAKSI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT KOTA MAKASSAR)

 

Oleh          :  Moh. Thamrin Mappalahere, Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar

Objek       :  Objek penelitian adalah Masyarakat Kota Makassar yang dibagi tiga kelompok: kelompok masyarakat kelas atas, Kelompok masyarakat kelas tengah dan kelompok masyarakat kelas bawah.

Pendekatan :   

    Penelitian ini menggunakan Pendekatan Deskriptif Kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui makna estetis seni lukis dalam interaksi sosial budaya masyarakat Kota Makassar melalui seni lukis.

Teori         :  

    Penelitian ini menggunakan Pendekatan Metode Kualitatif dengan menerapkan Teori Normatif. Teori Normatif adalah sebuah teori yang mencari standar untuk menilai bagaimana kita seharusnya berperilaku.

Metode dan Analisis :   

    Metode penelitian Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang dilakukan adalah Analisis Kualitatif Non Statistik dengan cara menggambarkan hasil penelitian lalu mendeskripsikan sesuai fakta atau keadaan apa adanya. 


Kesimpulan

1. Kelompok masyarakat bawah Kota Makassar dalam Interaksi sosial budaya masyarakat Sulawesi Selatan belum memandang seni lukis sebuah ekspresi, tepatnya sebagai objektifikasi manusia pada ruang dan waktu dimana ia berada. Walaupun Segala bentuk hasil cipta manusia adalah fakta budaya yang seharusnya dapat dipahami oleh masyarakat luas.

2. Kelompok masyarakat tengah Kota Makassar dalam interaksi sosial budaya terpengaruh dengan perkembangan relatif tidak menentu atau masih rendah belum berfikir sebagai pemenuhan kebutuhan sebagai fakta budaya. Faktor yang menghambat adalah bukan untuk dipahami tetapi hanya sebatas pemenuhan kepuasan.

3. Kelompok Masyarakat Atas Kota Makassar Sulawesi Selatan memandang Seni lukis sebagai pemenuhan kepuasan tersendiri yang hanya mengedepankan kepentingan subjektifitas terhadap kebutuhan estetik yang berjalan sesuai dengan konteks (zaman). Seni lukis masih dipandang sebagai kebutuhan rohani artinya bisa ditunda bukan sebagai kebutuhan walaupun dirumahnya terdapat beberapa karya seni lainnya termasuk lukisan dalam rumahnya.


Hal yang Dapat Saya Pelajari

    Hal yang dapat saya pelajari setelah mereview jurnal ini adalah tingkat strata sosial masyarakat dapat mempengaruhi ketertarikan masyarakat terhadap karya seni. Hal ini ditunjukkan dengan data observasi pada jurnal di atas bahwa masyarakat menengah-keatas di Kota Makassar lebih memiliki ketertarikan pada karya seni dibandingkan masyarakat kelas bawah yang hanya memanfaatkan seni sebagai hiasan semata. Sehingga perkembangan karya seni sulit mempengaruhi setiap golongan masyarakat di Kota Makassar.

Sumber

http://eprints.unm.ac.id/11311/1/Moh.%20Thamrin%20Mappalahere_Masyarakat%20dan%20seni.pdf